Kerajinan Tangan Menganyam Berasal dari Indonesia

Kerajinan Tangan Menganyam Berasal dari Indonesia

Menganyam adalah serat yang dirangkai sedikit demi sedikit sehingga membentuk dan menghasilkan sebuah benda yang kaku. Salah satu budaya Indonesia adalah dengan menganyam dan membuat barang – barang berguna untuk kehidupan sehari – hari dari hasil anyaman. Bahan untuk menganyam biasanya menggunakan serat dari tumbuhan, namun saat ini juga ada yang menggunakan plastik.

Anyaman dari tumbuhan yang digunakan dari tanaman tebu ataupun bambu bisa membuat barang yang terbentuk menjadi lebih awet. Di Indonesia, kerajinan ini menjadi salah satu budaya yang dilakukan oleh banyak masyarakat. Hasil anyaman biasanya dijual di pasaran dengan berbagai macam model. Rupanya wisatawan dari luar negeri juga sangat suka loh dengan hasil karya Indonesia satu ini.

Kali ini kita akan mengikuti perjalanan travel blogger Ashari Yudha yang berjalan – jalan sekaligus mampir ke tempat kerajinan anyaman. Simaklah kisah seru menganyam oleh masyarakat sekitar.

Ternyata menganyam itu nggak mudah, setidaknya ada 4 langkah dalam mengayam. Dimulai dari memisahkan daun lontar dari tulangnya sebagai bahan utama, lalu dilanjutkan dengan merebus daun lontar agar tahan lama. Setelah direbus, nanti bisa langsung di anyam dengan mengikuti pola yang diminta. Biasanya butuh waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan satu keranjang yang berukuran cukup besar! Luar biasa sih ini langsung di ekspor ke luar negeri semua! Saya mencoba untuk menganyam, baru beberapa simpul jari udah auto gemeter. Susah banget ternyata butuh ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Juara emang.

Anyaman Bambu Tampak Lebih Natural Dengan Cat Kayu Biovarnish

Setelah itu, gantian tim dari #LivemoreBankless yang akan berbagi tentang pengelolaan keuangan dan kreativitas. Cukup banyak games yang dimainkan, mulai dari games yel-yel hingga games belanja 😅 keren sih ini saya yang baru mau nikah juga jadi banyak belajar untuk membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Paling penting ini rek!

Untungnya, kegiatan kali ini diikuti dengan penuh semangat dan keceriaan! Jadi nggak hanya dapat pemandangan yang bagus dan belajar menganyam saja di pulau Solor,tapi dapat juga ilmu yang bisa diaplikasikan di berbagai macam bidang. Itu arti travel yang sesungguhnya.