Liga Spanyol

Thiago Motta : Bawa Kross Ke Paris PSG

Legenda PSG, Thiago Motta meminta bekas klubnya untuk segera mendatangkan geladang Real Madrid yakni Toni Kross. Menurut Motta jika mantan pemain Bayern Munchen tersebut merupakan kunci kesuksesan Madrid dalam beberapa musim terakhir di pentas eropa, dan ia meminta klubnya untuk mendatangkan Kross dari Madrid.

Toni Kross sendiri pindah ke Madrid pada tahun 2014 yang lalu dari Bayern Munchen, semenjak kepindahaanya perlahan tapi pasti ia banyak mendapatkan kesuksesan di klub ibu kota Spanyol tersebut dengan berhasil membawa Madrid menjurai ajang Liga Champions tiga kali secara bruntun.

Kross sendiri perannya merupakan gelandang pengatur serangan, ia bertugas menciptakan passsing passing yang memanjakan Ronaldo dan Bale di lini depan Madrid, tak ayal jika banyak peluang peluang yang berbuah menjadi gol berawal dari skema awal yang di lakukan oleh Toni Kross. Melihat hal demikiaan Motta yang pernah memperkuat Inter Milan ini mengaku jika ia sangat ingin melihat Kross bermain bersama PSG dengan meminta klub untuk segera mebawanya ke Parc des Princes.

‘’Saya sangat ingin melihat gelandang Madrid ( Toni Kross) bermain untuk PSG di masa depan.Dia Kross memainkan peran penting dalam klub yang ia bela, ia akan sangat bagus dan cocok untuk PSG.’’ ungkap Motta

‘’Dia merupakan pemain yang sangat saya kagumi, segi permainannya sangat sempurna.’’ ucap mantan pemain Inter Milan ini.

 

Kross Datang, Motta Hengkang

 

Thiago Motta sendiri sudah sekitar sembilan musim membela PSG usai di datangkan dari Inter Milan pada 2009 yang lalu. Dan pemain senior PSG ini akan memutuskan pensiun pada musim ini dan melanjutkan karier sebagai pelatih U_19 PSG.

Motta sendiri mengatakan jika Kross dapat bermain di banyak area di lini tengah seperti dirinya dulu. ‘’Dia Kross dapat bermain di dua hingga tiga posisi di lini tengah dan bermain di depan pemain bertahan seperti saya dahulu.’’ terangnya.

Perjalanan Karier Motta sendiri di PSG sudah hampir berakhir, dengan sang pemain yang telah memutuskan pensiun di usia 35 tahun. Dan membawa PSG merajai Ligue-1 dengan persembahan trofi Ligue 1 dengan lima kali sebagai juara dan menjadi pemain yang membawa revolusi terhadap PSG.